s

Sabtu, 21 Juni 2014

Kasus Kliring Di Bank

Pada suatu hari Atun yang mempunyai tabungan di Bank BRI Jakarta dan harus mengirimkan sejumlah uang kepada Joko yang mempunyai rekening di  BPD Papua. Dari ilustrasi di atas, kita ketahui bahwa Atun dan Joko mempunyai rekening pada bank yang berbeda. Selain Bank yang berbeda, tempat kedua bank tersebutpun berbeda pula. Oleh karena perbedaan tersebut, kedua bank  harus mencari dimana suatu wilayah atau daerah terdapat kedua bank tersebut, skema alurnya akan diperlihatkan sebagai berikut :


Setelah ditelusuri, tenyata di wilayah Makasar terdapat kedua bank tersebut berdiri. Disanalah akan terjadi proses transaksi kliring. Tapi sebelumnya BRI Jakarta tempat Atun menyimpan uangnya akan mentrasfer sejumlah uang ke BRI Makasar dengan mengurangkan jumlahnya pada di Rekening Antar Kantor dan mengurangkannya pula pada tabungan Atun. Kemudian, BRI Makasar akan melakukan sistem kliring antara BRI Makasar dengan BPD Makasar. Jumlah uang yang telah dikirimkan melalui proses kliring akan masuk kedalam R/K pada BI atas nama bank BPD Makasar, kemudian BPD Makasar akan merntransfer uang itu ke BPD yang ada di Papua dimana Joko memiliki akun rekening tabungan. Jurnal pencatatan di setiap bank dapat di lihat pada gambar diatas.Dalam kasus ini yang akan mendapatkan sanksi dari Bank Indonesia ketika saldo yang dimiliki kurang adalah bank BRI Jakarta.

Sumber : http://laillamardianti.wordpress.com/2012/06/04/contoh-kasus-sistem-kliring/

Peranan TI di Bidang Perbankan

 Dewasa ini sudah banyak penggunaan TI di perbankan,seperti adanya ATM,Mobile Banking,Internet Banking. Bahkan ada beberapa bank yang menyediakan fasilitas khusus untuk melayani nasabah nya dalam transaksi.yaitu contohnya seperti bank mandiri menyediakan fasilitas penebusan BBM untuk SPBU pertamina.Ini adalah langkah dan suatu cara yang aman tepat dan efisien dalam siklus penebusan BBM yang harusnya dilakukan di Bank tapi ini semua dapat dilakukan dirumah, atau kantor.kemanan uang pun terjamin karena uang tidak harus disetor ke Bank,tapi pihak Bank sudah bekerja sama dengan tim penjemput uang yang tentunya keamanannya sudah terjamin oleh suatu lembaga.Ini semua dimaksudkan mengurangi kejahatan dan waktu yang terbuang hanya untuk mondar mandir saja.

Sumber : http://www.scribd.com/doc/111139630/Makalah-Peranan-Teknologi-Informasi-Di-Dunia-Perbankan

Contoh penggunaan TI perbankan (Mobile Banking)

Mobile Banking
               Mobile BankingSaat ini mobile banking /m-banking merupakan salahsatu layananbank yang banyak diminati oleh para nasabah karena layanan inimembuat nasabah suatu bank mampu melakukan transaksi perbankanserta melihat informasi tentang rekeningnya menggunakan layanan GSMmaupun CDMA dengan handphone jenis apapun. Melalui m-banking,pelanggan dapat melakukan transaksi yang sama dengan yang biasa dilakukan di atm atau bank, mulai dari cek saldo, melihat rincian transaksi,transfer uang,pembelian pulsa isi ulang sampai pembayaran berbagai jenistagihan baik tagihan listrik, air, telepon maupun kartu kredit. Transaksimelalui m-banking ini sangat aman karena sebelum melakukan aktivasianda harus terlebih dahulu mendaftarkan nomor rekening anda melalui ATM atau kantor cabang terdekat. Dari segi keamanan, systempengamanannya adalah standar, yaitu untuk melakukan transaksi nasabah harus memasukkan nomor PIN yang sudah diberikan. Akses akan diblok  jika PIN yang dimasukkan salah 3 kali berturut-turut, sama sepertitransaksi di ATM.Selain itu, menurut para pakar keamanan jaringan menilai jaringan m-banking jauh lebih aman daripada internet banking, oleh karena jaringanm-banking menggunakan sistem pengamanan ganda atau berlapis yaitu operator yang menyediakan infastruktur jaringan seluler serta dari jaringan sistem perbankan itu sendiri. Hal ini cukup beralasan dikarenakan adanya kasus pembobolan rekening nasabah Klik BCA yang sistem keamanannya dianggap aman ternyata masih bisa kebobolan, sehingga masyarakat terlanjur menganggap internet banking tidak aman. Kendatidemikian bukan berarti, layanan m-banking tidak memiliki kelemahan.Kelemahannya adalah jika ada orang lain yang mengetahui nomor PIN kita atau mengintip pada saat anda memasukkan nomor PIN ,serta jika kita mengalami pencurian handphone, selain anda harus melakukan pemblokiran rekening anda, anda juga harus melakukan registrasi ulang
atas kartu telepon anda. Oleh karena itu jangan sembarang meminjamkan handphone kita, apalagi kepada orang lain yang mengetahui handphone kita memiliki layanan m-banking. Selain itu, m-banking sanga ttergantung terhadap ketersediaan jaringan seluler operator yang bersangkutan. Jika terjadi blankspot atau ketidak tersediaan jaringan,maka layanan m-banking tidak bisa dilakukan. Untuk dapat bertransaksim-banking dengan aman, jagalah dan simpanlah handphone anda baik-baik sehingga anda dapat bertransaksi dimanapun dan kapan saja selama24 jam sehari hanya dalam genggaman anda.

Sumber : http://www.scribd.com/doc/111139630/Makalah-Peranan-Teknologi-Informasi-Di-Dunia-Perbankan

Contoh TI Perbankan Indonesia (ATM)


 Di masa sekarangini dimana teknologi elektronika, telekomunikasi, Komputer,Informatika, sudah sedemikian majunya, alternatif yang tersedia untuk mengembangkan jaringan distribusi perbankan juga semakinbanyak.Dari sisi bank,hal ini memberikan kelonggaran bagi Pengembangan teknologi untuk dapat memenuhi kebutuhan nasabah yang juga semakin banyak dan rumit. Melihat hal ini tentunya fokus dari perkembangan teknologi diarahkan kepemenuhan kebutuhan nasabah agar dapat memuaskan nasabah. ATM (Automatic teller machine) atau automated teller machine di Indonesia juga kadang merupakan singkatan bagi anjungan tunai mandiri adalah sebuah alatelektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayanioleh seorang "teller" manusia. Banyak ATM juga mengijinkan penyimpanan uang atau cek, transfer uang atau bahkan membeli perangko.ATM. Mesin Teller Otomatis. Mesin untuk pelayanan perbankan, mesin ini sanggup melayani berbagai proses keuangan dengan bank tanpa harus berhadapan dengan manusia.Sehingga kita dapat mengambil uang dimana saja secara tunai,dengan hanya menggunakan kartu ATM, namun dalam penggunaannya juga harus berhati-hati.PIN yang mengunci kartu kita hanya boleh diketahui kita sendiri, jangan menggunakan tanggal lahir untuk menjadi PIN ATM.

Sumber : http://www.scribd.com/doc/111139630/Makalah-Peranan-Teknologi-Informasi-Di-Dunia-Perbankan

Rabu, 04 Juni 2014

Contoh Pemanfaatan IT di Bidang Perbankan

Uang Elektronik
            Uang Elektronik Uang elektronik (atau uang digital) adalah uang yang digunakan dalam transaksi Internet dengan cara elektronik. Biasanya, transaksi inimelibatkan penggunaan jaringan computer (seperti internet dan sistem penyimpanan harga digital.Electronic Funds Transfer(EFT) adalah sebuah contoh uang elektronik.Uang elektronik merupakan bidang yang menarik dalam kriptografi,penggunaan uang digital sampai sekarang masih dalam skala-kecil. Satu kesuksesan yang jarang adalah kartu.Octopus Hong Kong,yang dimulai sebagai sistem pembayaran transit dan telah tumbuh menjadi sistem uang kas yang banyak digunakan umum.Namun penggunaan uang Elektronik juga harus berhati2 karena uang kita terdapat didalam kartu itu yang diamankan dengan PIN atau tandatangan saja.Jadi untuk antisipasi jika menggunakan kartu pakailah ATM,atau divice yang berada di tempat yang sekiranya aman,seperti ATM di dekat Bank.atau yang outlet yang sudah bekerjasama dengan Bank yang bersangkutan.



Sumber :
http://id.scribd.com/doc/111139630/Makalah-Peranan-Teknologi-Informasi-Di-Dunia-Perbankan