s

Jumat, 08 Juni 2012

Definisi,Tipe,dan Teori Kepemimpinan


a.Definisi Kepemimpinan
                kepemimpinan adalah mengatur atau memberi contoh oleh pemimpin kepada bawahannya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.Cara alamiah mempelajari kepemimpinan aadalah melakukannya dalam pekerjaan.Dengan praktik seperti pemegangan pada seseorang seniman ahli,pengrajin,atau praktisi.Dalam hal ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari perannya memberikan pengajaran/instruksi.Seperti kita ketahui bersama presiden pertama indonesia Soekarno dan Hatta bersama rakyat memimpin indonesia untuk membebaskan diri dari penjajah.
b.Tipe Kepemimpinan
                Dalam memimpin suatu kelompok atau organisasi haruslah memiliki sifat yang menjadikan ini tipe kepemimpinan yaitu:
1.       Kharismatik
Kepemimpinan kharismatik memiliki kekuatan energi daya,daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mengaruhi orang lain,sehingga mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal pangawal yang diercaya
2.       Paternalitis/Maternalistik
Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat menganggap bawahannya tidak/belum dewasa,mellindungi,jarang memberikan kesempatan bawahannya untuk mengambil keputusan,hampir tidak pernah memberi kesempatan inisiatif,dan selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
3.       Militeristik
Ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter adapun sifatnya yaitu lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando,keras,dan kurang bijaksana.menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan.sangat menyenangi formalitas.Menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya.Tidak menghendaki saran,usul,sugesti dan kritikan dari bawahannya.Komunikasi hanya berlangsung searah
4.       Otokratis
Yaitu mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi
5.       Laissez Faire
Pada tipe ini praktis pemimpin tidak memimpin,dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semaunya sendiri.Pemimpin tidak berpartisipasi sedikitpun dalam kegiatan kelompoknya.
6.       Populistis
Berpegang teguh pada nilai nilai masyarakat yang tradisional,tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri.Jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme
7.       Adsminitratif/Eksekutif
Ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas tugas adsminitratif secara efektif.pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat dan adsminitratur yang mampu menngerakan dinamika modernisasi dan pembangunan
8.       Demokratis
Kepemimpinan demokratis pada manusia memberikan bimbingan yang efisien kepada pengikutnya.Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahannya.Dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal(pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik.kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pimpinannya tapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.


c.Teori kepemimpinan
                Dalam kepemimpinan terdapat beberapa teori yang dijadikan kekuatan dari seorang pemimpin yakni sebagai berikut:
a.       Teori dengan pengaruh kepemimpinan
Dikemukakan oleh french dan Raven (1959) menyatakan bahwa kepemimpinan bersumber pada kekuasaan dalam satu kelompok atau organisasi,dengan arti lain orang orang memiliki akses terhadap sumber kekuasaan dalam suatu kelompok/organisasi tertentu akan mengendalikan/memimpin kelompok/organisasi itu
b.      Teori Bakat
Ini juga disebut teori sifat(trait),teori karismatik/teori transformasi.Inti dari teori ini adalah bahwa  pemimpin terjadi karena sifat sifat atau bakat yang khas yang terdapat dalam diri pemimpin yang dapat diwujudkan dalam perilaku kepemimpinan.Sifat atau bakat ini dinamakan kharisma atau wibawa
c.       Teori Perilaku
Memusatkan perhatiannya pada perilaku pemimpin dalam kaitannya dengan struktur dan organisasi kelompok.Oleh karena itu teori ini lebih sesuai untuk kepemimpinan dalam lingkungan organisasi atau perusahaa,karena peran pemimpin digaris dengan jelas
d.      Teori Situsional
Berintikan hubungan antara perilaku pemimpin dan situasi dilingkungan pemimpin itu dalam hal ini ada 2 macam hubungan yaitu perilaku pemimpin yang merupakan hasil atau akibat dari situasi dan perilaku pemimpin merupakan penentu/penyebabnya situasi
Sumber:
http://jurnaltaqin.com/2010/12/teori-teori-kepemimpinan.html

Hambatan Dalam Komunikasi


Buruknya interaksi dan komunikasi merupakan dua hambatan utama bagi individu untuk berkembang,dari ini semua akan berdampak pada perilaku interaksi dan komunikasi seseorang.Adapun hambatan/gangguan komunikasi komunikasi bisa terjadi karena hambatan komunikator dalam memberikan pesan/hambatan pada komunikasi yaitu komunikator(sender),pesan dan komunikan(receiver).Komunikasi dapat dilakukan dengan menggunakan simbol verbal,non verbal atau keduanya.Orang komunikasi melalui:simbol bicara,tulisan,informal,gestures,sistematiset gestures(bahasa isyarat dan abjad jari)gambar semaphore,braile.Akan terjadi pada komunikator dalam memberikan pesan(ekspresit)atau hambatan pada komunikan dalam memahami pesan yang disampaikan komunikator(reseptif).ASHA (the american spech-language-hearing assosiation)oleh kirk dan gallagher (1989:246-247),ganguan komunikasi sebagai gangguan dalam pengucapan,bahasa,suara, atau kelancaran dan gangguan pendengaran akan menghambat perkembangan,performance atau pembentukan artikulasi,bahasa,suara atau kelancaran akan membawa pengaruh terhadap perilaku komunikasi dalam memperoleh bicara dan bahasa.Gannguan kepada individu sebagai sender(pembicara,penulis) menghasilkan pesan yang tidak sesuai dengan aturan bahasa,usia dan kultur.ketika penerima(receiver)reseptif mendengar dan membaca tidak mampu memahami unit unit bentuk/isi pesan.
Gejala gangguan bahasa ekspresif
·         Menggunakan kata kata pendek dan kalimat sederhana
·         Membuat kesalahn dalam tata bahasa
·         Kosakata minimal/kurang memadahi
·         Kesulitan dalam menceritakan/mengingat kembali informasi
·         Ketidak mampuan memulai percakapan
·         Ketidak mampuan bicara langsung ke persoalan tersebut
Gangguan dalam bicara
Ø  Gangguan articulasi(articulation disoerder)
Ø  Gangguan suara (voice or phonation disorder)
Ø  Gangguan kelancaran bicara (fluency disorder)
Ø  Gangguan irama (rhythm disorder)

Sumber:

Unsur unsur Komunikasi


Sering juga unsur unsur dalam komunikasi disebut bagian,komponen dan elemen.Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan unsur sebagai bagian paling penting dalam suatu hal sedangkan komponen/elemen berarti bagian yang merupakan seutuhnya.Jadi yang dimaksud komponen/unsur ialah bagian dari keseluruhan suatu hal.Unsur unsur dalam komunikasi adalah sebagai berikut:
1.Komunikator/Sender/Pengiriman
                Komunikator/sender adalah orang yang menyampaikan isi pernyataanya kepada komunikan.Komunikator dapat perorangan,kelompok,atau organisasi pengirim berita.Dibawah ini adalah beberapa hal tanggung jawab utama komunikator/sender:
a.       Mengirimkan pesan dengan jelas
b.      Memilih chanel/saluran/berita yang cocok untuk mengirimkan pesan dan;
c.       Meminta kejelasan bahwa pesan telah diterima dengan baik
Untuk itu seorang komunikator/sender dalam menyampaikan pesan/informasi harus memperhatikan dengan siapa kita berkomunikasi,apa yang akan disampaikan dan bagaimana penyampainya,harus disesuaikan dengan pengetahuan pihak yang menerima
2.Komunikan/Receiver/Penerima
                Komunikan/penerima adalah partner/rekan dari komunikator dalam komunikasi.Sesuai dengan namanya ia berperan sebagai penerima berita.Penerima mungkin mendengarkan pembicara atau menuliskan dan menginterprestasikan pesan dengan berbagai cara.Tanggung jawab penerima pesan adalah:
a.       Berkonsentrasi pada pesan untuk menjadi mengerti dengan baik dan benar akan pesan yang diterima
b.      Memberikan umpan balik pada pengirim untuk memastika pembicara/pengirim bahwa pesan telah diterima dan dimengerti(hal ini penting terutama pada pesan yang dikirim secara lisan)
Dengan diterimanyaumpan balik dari pihak komunikan,maka akan terjadi komunikasi  dua arah.
3.Channel/Saluran/Media
                Channel adalah saluran atau jalan yang dilalui oleh isi pernyataan komunikator kepada komunikan.Atau jalan yang dilalui feedback komunikan kepada komunikator yang digunakan oleh pengirim pesan.Pesan dapat berupa kata kata atau tulisan,tiruan,gambaran atau perantara lain yang dapat digunakan untuk mengirim melalui berbagai channel yang berbeda seprti telephone,televisi,fax,photocopy,hand digital,hand signal,e-mail,sandi morse,semaphore,sms,dan lain sebagainya.Pemilihan channel dalam proses komunikasi tergantung pada sifat berita yang akan disampaikan (wursanto 1994),ada 3 macam bentuk berita:
a.       Audible yaitu berita yang dapat didengar,baik secara langsung maupun tidak langsung (sarana telephone,radio,lonceng,sirine)
b.      Visual yaitu berita yang dilihat,yang berbentuk tulisan,gambar,poster serta tada tanda seperti sinar lampu,bendera
c.       Audio dan Visual yaitu berita yang dapat didengar dan dilihat,baik melalui televisi,film,internet,pameran maupun kesenian.
Sumber:
http://blog.elearing.unesa.ac.id/pdf/unsur-unsur-komunikasi-efektif.pdfSering juga unsur unsur dalam komunikasi disebut bagian,komponen dan elemen.Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan unsur sebagai bagian paling penting dalam suatu hal sedangkan komponen/elemen berarti bagian yang merupakan seutuhnya.Jadi yang dimaksud komponen/unsur ialah bagian dari keseluruhan suatu hal.Unsur unsur dalam komunikasi adalah sebagai berikut:
1.Komunikator/Sender/Pengiriman
                Komunikator/sender adalah orang yang menyampaikan isi pernyataanya kepada komunikan.Komunikator dapat perorangan,kelompok,atau organisasi pengirim berita.Dibawah ini adalah beberapa hal tanggung jawab utama komunikator/sender:
a.       Mengirimkan pesan dengan jelas
b.      Memilih chanel/saluran/berita yang cocok untuk mengirimkan pesan dan;
c.       Meminta kejelasan bahwa pesan telah diterima dengan baik
Untuk itu seorang komunikator/sender dalam menyampaikan pesan/informasi harus memperhatikan dengan siapa kita berkomunikasi,apa yang akan disampaikan dan bagaimana penyampainya,harus disesuaikan dengan pengetahuan pihak yang menerima
2.Komunikan/Receiver/Penerima
                Komunikan/penerima adalah partner/rekan dari komunikator dalam komunikasi.Sesuai dengan namanya ia berperan sebagai penerima berita.Penerima mungkin mendengarkan pembicara atau menuliskan dan menginterprestasikan pesan dengan berbagai cara.Tanggung jawab penerima pesan adalah:
a.       Berkonsentrasi pada pesan untuk menjadi mengerti dengan baik dan benar akan pesan yang diterima
b.      Memberikan umpan balik pada pengirim untuk memastika pembicara/pengirim bahwa pesan telah diterima dan dimengerti(hal ini penting terutama pada pesan yang dikirim secara lisan)
Dengan diterimanyaumpan balik dari pihak komunikan,maka akan terjadi komunikasi  dua arah.
3.Channel/Saluran/Media
                Channel adalah saluran atau jalan yang dilalui oleh isi pernyataan komunikator kepada komunikan.Atau jalan yang dilalui feedback komunikan kepada komunikator yang digunakan oleh pengirim pesan.Pesan dapat berupa kata kata atau tulisan,tiruan,gambaran atau perantara lain yang dapat digunakan untuk mengirim melalui berbagai channel yang berbeda seprti telephone,televisi,fax,photocopy,hand digital,hand signal,e-mail,sandi morse,semaphore,sms,dan lain sebagainya.Pemilihan channel dalam proses komunikasi tergantung pada sifat berita yang akan disampaikan (wursanto 1994),ada 3 macam bentuk berita:
a.       Audible yaitu berita yang dapat didengar,baik secara langsung maupun tidak langsung (sarana telephone,radio,lonceng,sirine)
b.      Visual yaitu berita yang dilihat,yang berbentuk tulisan,gambar,poster serta tada tanda seperti sinar lampu,bendera
c.       Audio dan Visual yaitu berita yang dapat didengar dan dilihat,baik melalui televisi,film,internet,pameran maupun kesenian.
Sumber:
http://blog.elearing.unesa.ac.id/pdf/unsur-unsur-komunikasi-efektif.pdf

Minggu, 03 Juni 2012

KLASIFIKASI INFORMASI DALAM ORGANISASI


Dalam sebuah organisasi diperlukan informasi yang nantinya digunakan untuk bahan pemngembangan organisasinya.Informasi adalah sekumpulan data atau pesan yang sudah melalui proses sehingga dapat dimanfaatkan oleh seseorang atau organisasi.Namun dalam suatu organisasi ada beberapa manager yang berfikiran bahwa penerapan keamanan informasi menguras sumber daya dan tidak memberikan jaminan keamanan yang diinginkan.Sehingga bahwa biaya keamanan yang diberikan tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh organisasi.Dalam kenyataan tidak semua informasi memiliki nilai guna yang sama,atau memiliki resiko yang sama,mekanisme perlindungan dan proses recovery-nya atau yang lain berbeda.Sehingga agar menjadi lebih efisien,informasi sebagai aset organisasi harus diberikan klasifikasi berdasarkan resiko,nilai guna data,atau kriteria lainya yang ditentukan dalam organisasi.
Pentingnya informasi diklasifikasikan
Seringkali organisasi melakukan usaha pengklasifikasian dan pengamanan informmasi adalah karena manda regulasi organisasi dan pelaksanaan kebijakan organisasi.Banyak keuntungan yang akan didapat bila organisasi dengan kesadaran sendiri melakukan pengklasifikasian dan pengamanan aset informasi.Sebab dalam pengamanan informasi menjadi efisien dan efekif,akhirnya akan membantu meningkatkan kualitas data/informasi yang digunakan sebagai bahan untuk mengambil keputusan.
Adapun keuntungan malakukan klasifikasi data dan informasi dalam organisasi:
1.       Meningkatkan kerhasiaan,keutuhan dan ketersediaan data dikarenakan pengendalian yang tepat terhadap semua data dalam organisasi
2.       Menghemat biaya operasional pemeliharaan dikarenakan mekanisme perlindungan data rancang dan dilaksanaka hanya terhadap data yang memang memerlukan
3.       Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dikarenakan data sumber sudah tertera kualitasnya
4.       Mendukung pelaksanaan arsitektue keamanan informasi agar organisasi memperoleh posisi yang lebih baik dimasa yang akan datang
5.       Menyediakan proses untuk melakukan review semua fungsi organisasi dan menentukan prioritas serta nilai data
Pengklasifikasian data dan informasi yang baik akan membuat sebuah informasi tersebut lebih mudah dimengerti dan dipelihara.

Melakukan Pengklasifikasian Informasi
Sebelum melakukan pengklasifikasian,dianjurkan untuk memberikan beberapa pertanyaan terhadap proyeknya tersebut.Beberapa contoh pertanyaan yang dilakukan terhadap organisasi sebelum melakukan pengklasifikasian informasi:
Ø  Apakah pihak eksekutif mendukung? Hal ini penting karena dukungan dari pihak eksekutif akan membantu mensosialisasikan regulasi klasifikasi organisasi
Ø  Apa yang akan dilindungi dan terhadap apa saja?Hal ini membantu untuk membuat matrik analisa seranngan yang mungkin akan terjadi tehadap data/informasi,disertai solusinnya untuk meminimalisir atau memprotek dari serangan tersebut
Ø  Apakah terdapat kebijakan tertentu yang harus dipertimbangkan? Kebijakan tertentu bisa saja berdampak pada pengklasifikasian informasi,untuk mengetahui semua kebijakan yang ada dalam organisasi yang akan berpengaruh dalam implementasi keamanan informasi
Ø  Apakah organisasi mempunyai rasa memiliki data?organisasilah yang memiliki data,bukan milik bagian IT,sehingga secara keseluruhan organisasi harus mempunyai tanggung jawab terhadap pengolahan data /informasi tersebut.Sebab pengamanan data merupakan keseluruhan proses yang terjadi terhadap setiap kegiatan dari data itu.
I
Informasi Diklasifikasikan
   Pendekatan yang dilakukan untuk klasifikasi informasi yang efektif dan efisien berbeda-beda dari setiap organisasi,hal tersebut tergantung dari jenis organisasi serta kepentingannya,tahapan yang dipakai adalah seperti berikut:
1.       Mengidentifikasi semua sumber daya informasi yang perlu dilindungi
2.       Mengidentifikasi ukuran pengamanan yang diterapkan pada masing-masing kelas informasi.Secara garis besar pengamanan yang diterapkan pada informasi adalah otentikasi, pengendalian akses,penyandian,pengawasan secara adsministratif,pengawasan secara teknologi dan asuransi
3.       Mengidentifikasi tingkat guna dan nilai informasi
4.       Memetakan perlindungan informasi untuk masing-masing tingkat informasi
5.       Mengklasifikasi informasi yaitu kebanyakan pengklasifikasian data/informasi terfokus hanya pada kerahasiaan data saja.namun sesungguhnya pengklasifikasian informasi lebih dari itu,misal:
a.Klasifikasi berdasarkan derajat kecepatan,misalnya:prioritas,urgent
b.Klasifikasi berdasarkan tingkat kerahasiaan,misal:top secret,secret,confidential
c.Klasifikasi berdasarkan frekuensi penggunaan,misal:sering,kadang,sekali pakai
d.Klasifikasi berdasarkan waktu pemakaian,misalkan:tahun,bulan,minggu,jam
e.Klasifikasi berdasarkan kewenangan,misal:edit,read only
f.Klasifikasi berdasarkan isi,misal:keuangan,politik,eonomi
g.Klasifikasi lain yang didefinisikan organisasi,misal:umum,private,client,staff only

6.       Evaluasi secara berkala :nilai guna kepentingan sebuah informasi memiliki tenggang waktu tertentu,sehingga proses evaluasi secara berkala sangat diperlukan untuk menentu kembali klasifikasi informasi tersebut.Evaluasi ini pada dasarnya adalah perulangan proses 1 sampai 5 diatas terhadap setiap informasi dalam setiap periode evaluasi.


SUMBER