s

Rabu, 18 April 2012

Pentingnya Pengertian Tujuan Organisasi



            Dalam suatu organisasi tujuan merupakan hal utama dalam suatu organisasi.Seperti pengertiannya bahwa suatu wadah yang menampung dimana orang berkumpul dan bekerjasama dalam mencapai sesuatu.dari situ sudah dapat kita ambil intisarinya yang utamanya adalah pencapaian tujuan.Menetapkan tujuan organisasi memberikan arah dan menghindarkan organisasi dari kekacauan,karna akan terstruktur.Tujuan dapat membantu memotivasi anggota dengan mengkomunikasikan apa organisasi ini berjuang untuk serta menyediakan dasar mengakui prestasi dan keberhasilan.Organisasi yang tujuan ditetapkan lebih efektif dalam merekrut anggota.Dalam tujuan organisasi terdapat 3 tingkatan.
1.      Tujuan atau Misi adalah umum,pernyataan luas yang menceritakan mengapa organisi itu ada.biasanya tidak berubah dari tahun ke tahun dan sering pernyataan pertama dalam konstitusi
2.      Tujuan adalah pernyataan yang menjelaskan apa yang organisasi ingin dicapai,yang berasal dari tujuan ataupun misi.Tujuan adalah ujung kearah mana usaha anda yang akan diarahkan dan sering berubah dari panjang untuk istilah atau tahun ke tahun,tergantung pada sifat kelompok
3.      Tujuan adalah deskripsi dari apa yang harus dilakukan,berasal dari tujua,spesifik yang jelas laporan tugas terukur yang akan dicapi sebagai langkah kearah menjacapi tujuan.
Mereka berifat jangka pendek dan memiliki batas waktu.Menetapkan tujuan bersama adalah tatap menjadi sebuah tujuan kelompok.hal ini menciptakan banyak hasil yang positif karena orang akan mendukung dan bertanggung jawab untuk apa yang akan meraka menciptakan.
Sebelum organisasi menentukan tujuannya, terlebih dulu menetapkan misi / maksud organisasi. Misi adalah suatu pernyataan umum dan abadi tentang maksud organisasi. Sedangkan Misi organisasi adalah maksud khas (unik) dan mendasar yang membedakan organisasi dari organisasi-organisasi lainnya dan mengidentifikasikan ruang lingkup operasi dalam hal produk dan pasar.
 
Etzioni mendefinisikan tujuan organisasi sebagai :
1.      Suatu pernyataan tentang keadaan yang diinginkan dimana organisasi bermaksud untuk merealisasikan
2.      Pernyataan tentang keadaan di waktu yang akan datang di mana organisasi sebagai kolektifitas mencoba untuk menimbulkannya

     2 unsur penting tujuan adalah :
  1. ·         Hasil-Hasil akhir yang diinginkan di waktu mendatang dengan mana
  2. ·         Usaha-uasaha / kegiatan-kegiatan sekarang diarahkan

    Tujuan dapat berupa tujuan umum / khusus , tujuan akhir / tujuan antara. Tujuan Umum (tujuan strategic) secara operasioanal tidak dapat berfungsi sebelum dijabarkan terlebih dahulu kedalam tujuan-tujuan khusus yang lebih terperinci sesuai dengan jenjang manajemen, sehingga membentuk hirarki tujuan.
  Berbagai Fungsi Tujuan Organisasi:
1.      Pedoman Bagi Kegiatan, melalui penggambaran hasil-hasil di waktu yang akan datang. Fungsi tujuan memberikan arah dan pemusatan kegiatan organisasi mengenai apa yang harus dan tidak harus dilakukan
2.      Sumber Legitimasi, akan meningkatkan kemampuan organisasi untuk mendapatkan sumber daya dan dukungan dari lingkungan di sekitarnya
3.      Standar Pelaksanaan, bila tujuan dilaksanakan secara jelas dan dipahami, akan memberikan standar langsung bagi penilaian pelaksanaan kegiatan (prestasi) organisasi
4.      Standar Motivasi, berfungsi sebagai motivasi dan identifikasi karyawan yang penting. Dalam kenyataannya, tujuan organisasi sering memberikan insentif bagi para anggota
5.      Dasar Rasional Pengorganisasian, tujuan organisasi merupakan suatu dasar perancangan organisasi
   Tipe-Tipe Tujuan
     Klasifikasi tujuan dari Penow bagi organisasi pada umumnya dibedakan menjadi 5 tujuan menurut “sudut pandangan mereka yang berkepantingan” , yakni :

1.      Tujuan Kemasyarakatan (Societal Goals), berkenaan dengan kelas-kelas organisasi luas yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat
2.      Tujuan Keluaran (Output Goals), berkenaan dengan jenis-jenis keluaran tertentu dalam bentuk fungsi-fungsi konsumen. Contoh : barang- barang konsumen, jasa-jas bisnis
3.      Tujuan Sistem (System Goals), cara pelaksanaan fungsi organisasi tidak tergantung pada barang / jasa yang diproduksi / tujuan yang diambil
4.      Tujuan Produk (Product Goals) / Tujuan Karakteristik Produk, berbagai karakteristik barang- barang / jasa-jasa produksi
5.      Tujuan Turunan (Derived Goals), tujuan digunakan organisasi untuk meletakkan kekuasaanya dalam pencapaian tujuan lain
  Proses Penetapan Tujuan
    Merupakan usaha untuk menciptakan nilai-nilai tertentu melalui berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan organisasi. 6 Unsur dasar yang melatarbelakangi penetapan tujuan organisasi adalah :
1.      Barang dan jasa yang diproduksi organisasi akan dapat memberikan berbagai manfaat, paling sedikit sama dengan harganya
2.      Barang dan jasa dapat memuaskankebutuhan konsumen/ langganan
3.      Teknologi yang digunakan dalam proses produksi akan menghasilkan barang dan jasa dengan biaya dan kualitas bersaing
4.      Kerja keras dan dukungan seluruh sumber dayanya, organisasi dapat beroperasi dengan baik
5.      Pelayanan manajemen akan memberikan public image yang mengguntungkan, sehingga mereka bersedia menanamkan modal dan menyumbangkan tenaganya untuk membantu sukses organisasi
6.      Perusahaan mempunyai konsep diri (self concept) yang dapat dikomunikasikan dan ditularkan kepada para karyawan dan pemegang saham organisasi.
Bidang-bidang Tujuan
       Peter Drucker dan GE mengidentifikasikan 8 bidang pokok di mana perusahaan harus menetapkan tujuan yaitu sebagai berikut:
1.      Posisi Pasar
2.      Produkivitas / Efesiensi, adalah rasio antara masukkan (tenaga kerja, peralatan dan keuangan) dengan keluaran organisasi
3.      Sumber Daya Phisik dan Keuangan, tujuan harus ditetapkan dengan memperhatikan mesin dan peralatan serta penyediaan bahan baku
4.      Profitabilitas
5.      Inovasi
6.      Prestasi dan Sikap Karyawan
7.      Prestasi dan Pengembangan Manajer
8.      Tanggung Jawab Sosial dan Publik
   Kebutuhan Penyeimbangan Tujuan
    Hampir semua organisasi mempunyai serangkaian tujuan yang berganda untuk memnihi permintaan “trade off” dari berbagai pihak berkepentingan yang terlibat dalam operasi organisasi. Akibatnya, sering menimbulkan konflik antara pihak-pihak tersebut. Dalam proses pencapaian tujuan, manajemen harus menentukan keseimbangan / campuran optimum tujuan-tujuan dam memadukan berbagai kepentingan pihak-pihak yang terlibat dalam organisasi.

   Perumusan Tujuan
   Tujuan dirumuskan dengan mempertimbangkan seluruh kekuatan yang terlibat dalam operasi organisasi. Perumusan tujuan merupakan Hasil usaha perpaduan untuk memuaskan semua pihak / himpunan berbagai tujuan individu dan organisasi .
Agar perumusan tujuan efektif manajer perlu memperhatikan beberapa ketentuan sebagao berikut :

1.      Proses perumusan tujuan hendaknya melibatkan individu-individu yang bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan
2.      Manajer puncak (sebagai perumus tujuan umum) hendaknya bertanggung jawab untuk menurunkan tujuan-tujuan pada tingkatan yang lebih rendah
3.      Tujuan harus realistic, diselaraskan dengan lingkungn internal dan eksternal
4.      Tujuan harus jelas, beralasan dan bersifat menantang anggota organisasi
5.      Tujuan umum hendaknya dinyatakan secara sederhana agar mudah dipahami dan diingat oleh pelaksana
6.      Tujuan bidang fungsional organisasi harus konsisten dengan tujuan umum
7.      Manajemen harus selalu meninjau kembali tujuan telah ditetapkan.


SUMBER:

2 komentar: